Saturday, August 13, 2011

TIPS MEMILIH TEMPAT UNTUK TIDUR ANAK

Karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, setiap jaman memiliki kecenderungannya masing-masing. Masa pada waktu kita masih anak-anak dahulu sudah sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan prilaku anak sekarang. Anak-anak generasi sekarang memiliki kecenderungan sangat spesifik mengenai pemilihan barang-barang pribadi mereka. Perhatikan saja dari mulai mainan, pakaian atau perabot atau suasana kamar mereka, mereka ingin selalu up to date, sesuai trend yang sedang mewabah di anak-anak usia mereka. Mereka memiliki keinginan khusus atas barang-barang yang akan dimilikinya termasuk tempat tidur mereka, sesuatu yang bagus dan unik menurut mereka.
Disisi lain untuk memenuhi kebutuhan konsumen, pasar juga dibanjiri beragam model tempat tidur dan barang-barang furnitur. Dalam kasus Anda berencana untuk membeli tempat tidur baru untuk anak Anda, cukup membingungkan mengingat ragam dan desain tempat tidur yag ada sangat menarik dan bervariasi. Oleh karena itu , dalam artikel ini akan diulas beberapa point yang harus Anda perhatikan sebelum menentukan sebuah pilihan tempat tidur yang paling cocok untuk si kecil, simak ulasannya !
POINT PENTING  DALAM MEMILIH TEMPAT TIDUR ANAK ;
Pilihan anak Anda
Pilihan anak Anda adalah titik yang paling penting yang Anda harus tetap Anda utamakan pada saat membeli tempat tidur. Jika Anda memiliki anak perempuan, dia mungkin jatuh cinta dengan tempat tidur Barbie atau Dora tetapi jika anak Anda adalah anak laki-laki, umumnya tempat tidur jenis mainan kereta api, mobil dan sepeda yang akan menjadi pilihannya. Kadang-kadang seorang anak telah memutuskan apa yang dia ingin tergantung pada apa yang dia dimiliki oleh teman-temannya. Jadi selalu lebih baik untuk membawa mereka bersama dengan Anda ketika Anda memilih tempat tidur bagi mereka.
Tersedia ruang yang cukup di kamar anak Anda
Anda tidak harus “memenuhi” kamar anak Anda dengan berbagai perabotan. Sebelum membeli tempat tidur untuk anak Anda, Anda harus selalu memeriksa bahwa setelah menempatkan tempat tidur itu, harus ada ruang yang cukup di kamar anak Anda untuk bermain dan duduk di lantai. Jadi ukuran tempat tidur harus moderat, sesuai dan cocok untuk ukuran anak Anda serta ruang yang tersedia dalam kamarnya.
Suasana kamar anak Anda
Pilihan tempat tidur anak Anda sebaiknya disesuaikan dengan suasana kamar anak Anda. Kamar tidur dengan nuansa Disney, sebuah tempat tidur berbentuk Mickey atau Mini akan menjadi pilihan yang paling cocok. Selain itu, lebih baik lagi jika dalam menentukan pilihan tempat tidur perhatikan juga warna dinding dan jenis lantai kamar tidur anak Anda.
Fitur dari tempat tidur
Ketika kita berbicara tentang “fitur” dari tempat tidur, kita berbicara tentang dua hal yakni bahan baku dasar yang digunakan dan ruang yang sesuai untuk tidur. Jika kita mempertimbangkan bahan yang digunakan di tempat tidur, kita harus lebih memilih tempat tidur kayu karena tempat tidur serat terlalu tajam dan tempat tidur logam dapat berbahaya bagi anak-anak. Selain dari ini, kita harus memperhatikan bahwa ada lemari yang cukup dalam ruangan tidur di mana anak dapat menyimpan mainan dan barang-barang sayang lainnya.

Tingkat Keamanan tempat tidur

Keamanan adalah salah satu faktor utama yang tidak dapat diabaikan. Selalu pastikan bahwa apapun desain tempat tidur Anda membeli, selalu dilengkapi dengan rel keselamatan. Juga perlu diperhatikan bahwa ada tidaknya sudut tempat tidur atau motif yang tidak tajam atau runcing yang mereka bisa menyakiti anak Anda. Tempat tidur anak juga harus sesuai ketinggiannya dengan badan anak, sehingga lebih mudah baginya untuk mencapai serta melompat naik dan turun tempat tidur dengan cara yang aman.
Read More >>

Asal Usul Danau Lipan

Di kecamatan Muara Kaman kurang lebih 120 km di hulu Tenggarong ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur ada sebuah daerah yang terkenal dengan nama Danau Lipan. Meskipun bernama Danau, daerah tersebut bukanlah danau seperti Danau Jempang dan Semayang. Daerah itu merupakan padang luas yang ditumbuhi semak dan perdu.
Dahulu kala kota Muara Kaman dan sekitarnya merupakan lautan. Tepi lautnya ketika itu ialah di Berubus, kampung Muara Kaman Ulu yang lebih dikenal dengan nama Benua Lawas. Pada masa itu ada sebuah kerajaan yang bandarnya sangat ramai dikunjungi karena terletak di tepi laut.
Terkenallah pada masa itu di kerajaan tersebut seorang putri yang cantik jelita. Sang putri bernama Putri Aji Bedarah Putih. Ia diberi nama demikian tak lain karena bila sang putri ini makan sirih dan menelan air sepahnya maka tampaklah air sirih yang merah itu mengalir melalui kerongkongannya.
Kejelitaan dan keanehan Putri Aji Bedarah Putih ini terdengar pula oleh seorang Raja Cina yang segera berangkat dengan Jung besar beserta bala tentaranya dan berlabuh di laut depan istana Aji Bedarah Putih. Raja Cina pun segera naik ke darat untuk melamar Putri jelita.
Sebelum Raja Cina menyampaikan pinangannya, oleh Sang Putri terlebih dahulu raja itu dijamu dengan santapan bersama. Tapi malang bagi Raja Cina, ia tidak mengetahui bahwa ia tengah diuji oleh Putri yang tidak saja cantik jelita tetapi juga pandai dan bijaksana. Tengah makan dalam jamuan itu, puteri merasa jijik melihat kejorokan bersantap dari si tamu. Raja Cina itu ternyata makan dengan cara menyesap, tidak mempergunakan tangan melainkan langsung dengan mulut seperti anjing.
Betapa jijiknya Putri Aji Bedarah Putih dan ia pun merasa tersinggung, seolah-olah Raja Cina itu tidak menghormati dirinya disamping jelas tidak dapat menyesuaikan diri. Ketika selesai santap dan lamaran Raja Cina diajukan, serta merta Sang Putri menolak dengan penuh murka sambil berkata, "Betapa hinanya seorang putri berjodoh dengan manusia yang cara makannya saja menyesap seperti anjing."
Penghinaan yang luar biasa itu tentu saja membangkitkan kemarahan luar biasa pula pada Raja Cina itu. Sudah lamarannya ditolak mentah-mentah, hinaan pula yang diterima. Karena sangat malu dan murkanya, tak ada jalan lain selain ditebus dengan segala kekerasaan untuk menundukkan Putri Aji Bedarah Putih. Ia pun segera menuju ke jungnya untuk kembali dengan segenap bala tentara yang kuat guna menghancurkan kerajaan dan menawan Putri.
Perang dahsyat pun terjadilah antara bala tentara Cina yang datang bagai gelombang pasang dari laut melawan bala tentara Aji Bedarah Putih.
Ternyata tentara Aji Bedarah Putih tidak dapat menangkis serbuan bala tentara Cina yang mengamuk dengan garangnya. Putri yang menyaksikan jalannya pertempuran yang tak seimbang itu merasa sedih bercampur geram. Ia telah membayangkan bahwa peperangan itu akan dimenangkan oleh tentara Cina. Karena itu timbullah kemurkaannya.
Putri pun segera makan sirih seraya berucap, "Kalau benar aku ini titisan raja sakti, maka jadilah sepah-sepahku ini lipan-lipan yang dapat memusnahkan Raja Cina beserta seluruh bala tentaranya." Selesai berkata demikian, disemburkannyalah sepah dari mulutnya ke arah peperangan yang tengah berkecamuk itu. Dengan sekejap mata sepah sirih putri tadi berubah menjadi beribu-ribu ekor lipan yang besar-besar, lalu dengan bengisnya menyerang bala tentara Cina yang sedang mengamuk.
Bala tentara Cina yang berperang dengan gagah perkasa itu satu demi satu dibinasakan. Tentara yang mengetahui serangan lipan yang tak terlawan itu, segera lari lintang-pukang ke jungnya. Demikian pula sang Raja. Mereka bermaksud akan segera meninggalkan Muara Kaman dengan lipannya yang dahsyat itu, tetapi ternyata mereka tidak diberi kesempatan oleh lipan-lipan itu untuk meninggalkan Muara Kaman hidup-hidup. Karena lipan-lipan itu telah diucap untuk membinasakan Raja dan bala tentara Cina, maka dengan bergelombang mereka menyerbu terus sampai ke Jung Cina. Raja dan segenap bala tentara Cina tak dapat berkisar ke mana pun lagi dan akhirnya mereka musnah semuanya. Jung mereka ditenggelamkan juga.
Sementara itu Aji Bedarah Putih segera hilang dengan gaib, entah kemana dan bersamaan dengan gaibnya putri, maka gaib pulalah Sumur Air Berani, sebagai kekuatan tenaga sakti kerajaan itu. Tempat Jung Raja Cina yang tenggelam dan lautnya yang kemudian mendangkal menjadi suatu daratan dengan padang luas itulah yang kemudian disebut hingga sekarang dengan nama Danau Lipan.
Read More >>

Pak Lebai Malang

Tersebutlah kisah seorang guru agama yang hidup di tepi sungai disebuah desa di Sumatera Barat. Pada suatu hari, ia mendapat undangan pesta dari dua orang kaya dari desa-desa tetangga. Sayangnya pesta tersebut diadakan pada hari dan waktu yang bersamaan.
Pak Lebai menimang- nimang untung dan rugi dari setiap undangan. Tetapi ia tidak pernah dapat mengambil keputusan dengan cepat. Ia berpikir, kalau ia ke pesta di desa hulu sungai, tuan rumah akan memberinya hadiah dua ekor kepala kerbau. Namun, ia belum begitu kenal dengan tuan rumah tersebut. Menurut berita, masakan orang-orang hulu sungai tidak seenak orang hilir sungai.
  Kalau ia pergi ke pesta di hilir sungai, ia akan mendapat hadiah seekor kepala kerbau yang dimasak dengan enak. Ia juga kenal betul dengan tuan rumah tersebut. Tetapi, tuan rumah di hulu sungai akan memberi tamunya tambahan kue-kue.   Hingga ia mulai mengayuh perahunya ketempat pestapun ia belum dapat memutuskan pesta mana yang akan dipilih.
Pertama, dikayuh sampannya menuju hulu sungai. Baru tiba ti ditengah perjalanan ia mengubah pikirannya. Ia berbalik mendayung perahunya ke arah hilir. Begitu hampir sampai di desa hilir sungai. Dilihatnya beberapa tamu menuju hulu sungai. Tamu tersebut mengatakan bahwa kerbau yang disembelih disana sangat kurus. Iapun mengubah haluan perahunya menuju hulu sungai. Sesampainya ditepi desa hulu sungai, para tamu sudah beranjak pulang. Pesta disana sudah selesai.
Pak lebai cepat-cepat mengayuh perahunya menuju desa hilir sungai. Sayangnya, disanapun pesta sudah berakhir. Pak Lebai tidak mendapat kepala kerbau yang diinginkannya.
Saat itu ia sangat lapar, ia memutuskan untuk memancing ikan dan berburu. Untuk itu ia membawa bekal nasi. Untuk berburu ia mengajak anjingnya.
Setelah memancing agak lama, kailnya dimakan ikan. Namun kail itu menyangkut di dasar sungai. Pak Lebaipun terjun untuk mengambil ikan tersebut. Sayangnya ikan itu dapat meloloskan diri. Dan anjingnya memakan nasi bekal pak Lebai. Oleh karena kemalangan nasibnya, pak Lebai diberi julukan Lebai Malang.
Read More >>